TUGAS

tugas

4 responses to “TUGAS

  1. Hajatan Pembangunan Rumah
    Di lingkungan keluarga kami, ada salah satu tradisi yang masih kami jalankan, yaitu hajatan pembangunan rumah atau yang kami sebut ‘ selamatan rumah hanyar di bangun’. Kalau di lihat, mungkin hajatan ini sama seperti tradisi yang di laksanakan keluarga lainnya. Tetapi tentunya ada perbedaan yang mendasar. Ada beberapa hal yang tentunya harus diperhatikan untuk melaksanakan ‘selamatan rumah hanyar di bangun’ antara lain bahan – bahan dan alat yang kami gunakan.
    Sebelum dilaksanakan hajatan ini, biasanya kami mempersiapkan kain putih beberapa lembar. Selain itu yang juga dipersiapkan adalah makanan yang akan di hanyutkan ke sungai dan juga makanan yang di persiapkan untuk tampung tawar. Biasanya tradisi hajatan ini juga memanggil orang banyak, yaitu orang – orang di sekitar rumah dan juga keluarga – keluarga lainnya. Maksud dari hajatan ini sebenarnya adalah mendo’akan agar rumah yang akan di bangun ini mendapat keselamatan, di hindari dari bala atau keburukan dan juga untuk membberitahukan kepada orang – orang di sekitar bahwa ini adalah rumah kami.
    Langkah – langkah yang perlu diketahui dalam hajatan ini :
    1. Setiap tiang di ikat kan kain putih sebagai symbol pembangunan
    2. Di dalam tanah yang akan di bangun rumah di tanam besi asli dengan ukuran di sesuaikan keinginan
    3. ‘tampunng tawar’ atau di kenal sebagai air yang telah di bacakan do’a di siramkan ke setiap pojok – pojok bangunan rumah
    4. Makanan yang di sediakan adalah tumpeng ketan yang di atasnya di taruh telur rebus ayam kampung dan juga ‘inti’ yaitu makanan yang terbuat dari kelapa dan gula merah
    5. Ada sesaji yang terdiri dari rokok, beras kopi hitam , sirih dan selengkapnya, beras kuning yang di gantung di atas tiang rumah
    6. ‘Belarung’ yang terdiri dari nasi ketan yang di beri warna merah, coklat, hijau , kuning, telur ayam kampung yang masih mentah, ayam kampung yang di bakar utuh.

    Siti Halisah (0857201000464)

  2. Yang pertama ilmu Sosial Budaya Dasar yang ada pada keluarga kami adalah apabila ada salah satu keluarga saya yang mau melahirkan,harus minta air buat kelancarannya untuk melahirkan supaya sang ibu yang melahirkan tidak merasa kesakitan, dan tidak ada yang mengganggu sang ibu yang melahirkan, karena keluarga kami sosial budayanya seperti itu. Walaupun salah satu keluarga kami laki-laki atau perempuan yang perkawinanya sama siapapun pasti dianjurkan buat minta air untuk kelancarannya untuk melahirkan apabila itu tidak dilaksanakan otomatis yang melahirkan akan merasa kesakitan.
    Yang kedua sosial budaya yang ada pada keluarga kami adalah setiap tahunya harus memberi sesajin yang beruapa macam-macam kue yang berbentuk seperti salah satunya cocor,ketan,tape,ketupat,kemenyan,ayam bakar,dan lain-lainnya karena itu semua sudah tradisi nenek moyang kami terdahulu. Apabila semua itu tidak diberikan setiap tahunnya maka salah satu dari keluarga kami akan sakit-sakitan.
    Yang ketiga sosial budaya yang ada pada danau sembuluh adalah apabila salah satu warga sembuluh ada sesuatu hajatan untuk punya anak maka dia harus datang kemariam yang katanya meriam tersebut salah satunya laki-laki dan satunya perempuan, dan mengatakan kepada meriam bahwa dia pengen mempunyai anak diapun disuruh menghiduppkan atau menembakan suara mariam itu dengan serabut yang berisi sendawa kemudian dikasih api,menurut warga disembuluh meriam tersebut adalah peninggalan pada jaman belanda yang sanggat diyakinkan pada warga sembuluh disekitanya,terus setelah salah satu warga itu datang tinggal menunggu hasil selanjutnya. Dan kemudian setelah sekian lama tahunnya tidak mempunyai anak terus diapun sedang hamil, merekapun bersukur kepada allah karena sudah bisa hamil, setelah itu dia datang lagi kemeriam buat ngucapin terima kasih bahwa doanya dikabulkan. dan satu kali lagi dia menembakan mariam tersebut sebagai ucapan terima kasih.

    Nur Halimah (0857201000459)

  3. Ritual Simah Laut Terus Dilestarikan
    Acara Budaya Membantu Nilai Jual Obyek Wisata
    SAMPIT – Ritual adat simah laut yang biasa digelar para nelayan di pesisir Pantai Ujung Pandaran, dipastikan akan terus dilestarikan. Pasalnya, ritual tersebut adalah bagian dari budaya masyarakat pesisir di Kotim. Serta akan mampu membantu upaya pemerintah dalam menjual obyek wisata Pantai Ujung Pandaran, di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit.
    “Acara budaya, seperti simah laut ini membantu meningkatkan nilai jual Pantai Ujung Pandaran, yang menjadi salah satu obyek wisata di Kotim. Budaya simah laut, tak hanya ada di Kotim. Daerah lain yang ada pantainya juga memiliki budaya mirip acara simah laut.
    Simah laut adalah budaya yang harus dilestarikan. Bila dikemas dengan baik, budaya ini punya nilai jual yang mampu menarik wisatawan ke Kotim
    prosesi simah laut memiliki maksud dan makna tersendiri. Hal itu harus dihormati. “Kapan perlu, obyek wisata termasuk budaya-budaya daerah yang kita miliki mampu menarik wisatawan mancanegara datang ke Kotim. Harapannya, pengembangan obyek wisata akan meningkatkan perekonomian masyarakat,
    Di lain pihak, prosesi simah laut yang digelar saat itu berlangsung meriah. Karena acara juga disaksikan oleh masyarakat, yang berasal dari berbagai kecamatan di Kotim. Kehadiran warga ini tak hanya untuk menyaksikan ritual budaya simah laut. Namun sekaligus dalam rangka rekreasi bersama keluarga besar, dengan menikmati keindahan pantai Ujung Pandaran.
    Ritual adat yang dilakukan dalam prosesi simah laut sendiri diawali dengan doa bersama, yang dipimpin tokoh agama. Kemudian dilanjutkan dengan melarungkan atau menghanyutkan miniatur kapal berukuran sekitar 1,5 meter x 0,6 meter ke laut. Miniatur kapal ini terbuat dari kayu. Isinya adalah berbagai penganan atau kue tradisional seperti kue cucur lain-lain.
    “Pada intinya, budaya masyarakat harus kita hormati. Bahkan perlu dilestarikan sebagai bagian dari adat dan budaya daerah ini. Budaya juga bisa mengenalkan daerah kita kepada warga daerah lain atau mancanegara, yang datang untuk menyaksikan acara budaya yang kita gelar. Karena itu, acara budaya juga perlu dikemas dengan apik .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s