Terapi Cinta Menurut Islam

Jika terdapat peluang bagi orang yang kasmaran untuk meraih cinta dari dambaan hatinya dengan ketentuan syariat dan suratan takdirnya,
maka terapi yang paling utama adalah sebagaimana riwayat Ibnu Mas¿ud
bahwa Rasulullah bersabda,¿Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah.
Barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa.
Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (perbuatan zina).¿

Hadist ini memberikan dua macam solusi, utama dan pengganti.

Solusi pertama adalah menikah. Jika ini dapat dilakukan, maka tidak boleh mencari solusi lain. Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan akibat tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihi sebab ketentuan agama dan takdir, maka penyakit ini bisa semakin ganas.

Adapun terapinya adalah dengan meyakinkan dirinya, bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil untuk terjadi.
Lebih baik baginya untuk segera melupakannya.
Jiwa yang telah memutus harapan untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya.

Namun jika belum berhasil, hendaklah dia mau meninggalkan karena dua hal.

Pertama karena takut kepada-Nya,.
Yaitu dengan menumbuhkan perasaan, bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik, dan lebih kekal.
Seseorang yang berakal jika menimbang antara sesuatu yang akan cepat sirna dengan sesuatu yang lebih darinya tentu akan meilih yang mempunyai kelebihan.
Janganlah terbuai oleh khayalan dan mimpi karena jika telah sadar dan tidak mendapatkannya maka yang tersisa hanyalah kekecewaan, keletihan, dan hilang nafsu.

Kedua, keyakinan akan mendapatkan risiko yang besar jika gagal mendapatkan dambaannya.
Akan sekaligus terjadi dua hal yang menyakitkan; gagal mendapatkan pujaannya dan bencana serta siksa hati yang menyakitkan.
Jika hawa nafsu tetap ngotot dan tidak menerima, hendaklah mempertimbangkan dampak buruk dan kerusakan yang akan ditimbulkan darinya.

Hawa nafsu yang selalu diikuti akan menimbulkan banyak kerusakan di dunia.
Sebagaimana kecantikan, kejelekan akan membuat orang lari dari pujaannya.
Jangan tertipu dengan kecantikan luar dan membandingkannya dengan orang yang cacat, namun lihatlah pada perilaku dan sifatnya.

Hendaklah dia mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah, menyerahkan segenap jiwanya.

Hal ini akan membuka pertolongan untuk memecahkan masalahnya.

Wallahua¿lam bissawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s