Apa itu CINTA ?

Cinta, persoalan yang tak pernah habis menjadi bahan perbincangan.

Tiap orang pernah merasakannya, krn memang cinta merupakan anugerah yg telah diberikan-Nya.

Cinta, bukanlah persoalan yang tabu untuk dibicarakan, karena cinta memang sangat universal.

Bahkan, ulama kita pun membuat puluhan buku yang khusus membahas masalah cinta.

Sekalipun cinta sgt bebas dibicarakan, tapi utk mengekspresikan cinta tetaplah mesti dg aturan.

Bkn hal yang terpuji, apabila pengimplementasian cinta dilakukan di luar gerbang yg dibenarkan oleh syariat Islam.

Banyak kata-kata maut yg kerap menjerumuskan orang ke dlm cinta yang semu dan tak berujung.

Pujangga2 cinta tak jarang mengeluarkan kata-kata yang membuat pembacanya melambung jauh mencapai puncak harapan tak jelas.

Cinta bukanlah suatu dilema, tapi cinta merupakan bagian dr kebesaran Allah, kita tinggal menjalaninya sesuai dengan syariat.

Menikah, jalan pertama utk mencapai kebahagiaan dg segenap kerendahan hati utk mengharap ridho-Nya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang Adakah cinta di awal yang tumbuh sebelum pernikahan?
Kemudian, Apakah cinta mutlak hadir belakangan setelah menikah? Atau, kita terpaksa harus tersandung pada satu kalimat pertanyaan, Mungkinkah menikah tanpa cinta?

Ketika seseorang menyatakan diri siap menikah, tentu byk bayangan yg tergambar dlm benaknya.
Sosok yang nyaris sempurna menjadi dambaan angan-angannya.
Fisik yang bagus, rupa yang elok, dan kecerdasan yang menawan, tentulah…… siapapun mengnginkan.
Telah menjadi fitrah dan tak ada yang bisa memungkiri… Ada yang keukeuh berusaha mendapatkan, akan tetapi, ada pula yang tidak terlalu mengubris hal-hal demikian, agama yang baik justru menjadi tolok ukurnya.

Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk.

Kalau cinta ada hanya karena cantik atau tampan, maka yang dikhawatirkan ialah ketika suatu saat Allah mencabut nikmat itu bagaimana kelanjutan cinta tersebut?

Cinta bukanlah emas atau berlian yang bisa ditimang-timang kemudian diukur-ukur persentase karatnya.

Namun cinta ialah sebentuk perasaan yang tumbuh dari dalam hati kedua manusia tidak tergantikan.

Hak seseorang untuk mencintai atau tidak mencintai, karena cinta bukanlah sesuatu yang dipaksakan.

Tak jadi soal cinta tumbuh di awal, di tengah, bahkan di belakang pernikahan.

Sejatinya, keberadaan cinta semata-mata murni ditujukan untuk ibadah, dan berharap ganjaran dari-Nya.

Cinta itu anugerah, kita tak pernah tahu kepada siapa nantinya kita akan pautkan hati, dan mengatakan, Aku jatuh cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s